Pejuang Tabebuya dalam Pandemi Covid-19

Jika yang kita kerjakan dari hati, pastilah sampai ke hati. Tidak ada lagi yang bisa kulakukan kecuali mengucap syukur kepadaNYA. Allah SWT telah memberiku teman yang benar-benar tangguh dan mau bekerja dengan hati. Saat kami bekerja dari rumah dan siswa belajar di rumah, mereka membuktikan pengabdian tulus itu.
Memasuki bulan Mei dalam Pandemi Covid-19 kami mengubah strategi dalam memberikan tugas untuk Pembelajaran Jarak Jauh bagi siswa. Selama ini kami memberikan tugas kepada siswa secara daring maupun luring yang materinya masih mengacu kepada pencapaian kurikulum. Berdasarkan saran dan masukan teman-teman guru yang disampaikan dalam form Monitoring Pembelajaran yang saya kirim serta hasil pembelajaran saat zoom meeting bersama Tim MBS Inklusi maka kami berupaya mengubahnya.
Saat siswa Belajar di Rumah diharapkan tidak dibebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan. Pembelajaran dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Tugas atau aktivitas disesuaikan dengan minat dan kondisi siswa, serta mempertimbangkan kesenjangan akses dan fasilitas belajar di rumah. Sehingga tugas yang kami berikan kepada siswa berupa Jurnal Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh.
Jurnal Kegiatan PJJ ini berisi kegiatan fungsional di rumah yang berbasis tema. Karena saat ini semua siswa sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan, maka tema yang kami rancang adalah tentang Ramadan. Kegiatan fungsional ini merupakan sebuah kegiatan yang efektif memusatkan perhatian pada berbagai kebutuhan anak. Kegiatan ini membantu untuk merencanakan aktifitas yang bermakna dan relevan bagi kehidupan anak.
Dalam Jurnal yang kami susun ada 18 point kegiatan yang dapat dilakukan siswa. Diantaranya: salat wajib dan sunnah, berwudu, tilawah Quran, mandi, berolahraga, mencuci pakaian/ alat dapur, bermain, berkebun membantu persiapan berbuka dan sahur. Dalam kegiatan itu tercakup semua mata pelajaran termasuk Pendidikan Agama dan Pendidikan Jasmani/ Olahraga. Siswa cukup memberikan tanda centang dalam setiap point kegiatan setiap hari. Jurnal tersebut kami siapkan untuk kegiatan selama 2 minggu. Pada minggu ketiga siswa akan mendapatkan jurnal baru yang mungkin agak berbeda jenis kegiatannya, terutama pada kegiatan minggu keempat.
Setelah jurnal kami selesaikan maka permasalahannya adalah bagaimana kami harus mendistribusikannya. Di sinilah peran para Pejuang Tabebuya kami.
Pagi ini sekitar pukul 08.00 WIB Pak Zaenol, Pak Madra’i, dan Bu Eka telah siap di sekolah untuk membagikan Jurnal Kegiatan PJJ kepada siswa. Tidak semua siswa yang kami panggil ke sekolah karena kami juga harus mematuhi aturan Social Distancing dan Physical Distancing. Termasuk juga kami tetap mengikuti aturan/ protokol kesehatan. Kami upayakan tetap ada perwakilan dari masing-masing kelas yang mengambil Jurnal Kegiatan PJJ itu termasuk penjelasan tentang cara mengisinya. Perwakilan siswa yang datang ada yang membawa satu atau dua jurnal untuk diberikan kepada teman yang rumahnya berdekatan. Masih banyak tersisa jurnal yang belum terbagikan kepada siswa. Meskipun seluruh siswa kami hanya 62 orang namun perlu perjuangan untuk memberikan jurnal tersebut. Apalagi siswa yang rumahnya jauh dari sekolah. Seperti yang dilakukan oleh teman-teman tadi siang. Ada lokasi rumah siswa yang jalurnya cukup memacu adrenalin karena harus melewati jalanan berbatu dan menyeberangi jembatan bambu di atas sungai pada ketinggian sekitar 3-5 meter. Pada siang yang cukup terik dan dalam kondisi sedang berpuasa, teman-teman kami bekerja dengan hati untuk mengantarkan jurnal itu ke rumah siswa. Aku bersyukur Allah SWT tetap melindungi mereka. Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih dan berdoa untuk kebarokahan dari tugas yang mereka kerjakan. Aku yakin Allah SWT akan memberikan balasan yang berlipatganda. Mereka sudah berjuang untuk kepentingan anak-anak kami. Agar anak-anak kami dapat melakukan aktifitas yang bermakna dan relevan bagi kehidupannya. Kami akan tetap belajar mendengarkan hati nurani dan belajar dari Covid-19 agar kita dapat menjadi masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan.
Insyaallah… aamiin….

Ditulis Oleh
BU Dwi Suwarnaning Tyastutik
Guru SDN Wonosari 2 Grujugan Kab Bondowoso

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.